Log in
A+ A A-
Ndaru Patma

Ndaru Patma

Bekal yang harus dibawa sebelum ke Job Fair

Banyak sekali informasi mengenai lowongan pekerjaan dapat kita peroleh darimana saja, bisa dalam bentuk media masa baik cetak maupun eletronik, berupa poster di sebuah dinding pengumuman hingga dapat ditemukan dalam Job FairJob Fair dibentuk dan ditujukan kepada mereka yang membutuhkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dari suatu perusahaan yang sedang membuka rekrutmen. Namun, banyak di antara pencari kerja yang belum tahu bagaimana agar dapat mengoptimalkan kehadiran dalam suatu Job Fair agar tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan bahkan uang. Setidaknya ada beberapa tips yang dihimpun oleh tim Kerjabilitas setelah mengamati beberapa Job Fair yang pernah diikuti :

  • Sebelum berangkat dan mengikuti suatu Job Fair, kenali dulu siapa penyelenggara dan berbayar atau gratis dan apakah terbuka lowongan bagi disabilitas.
    Ada banyak sekali jenis Job Fair yang diselenggarakan, baik diselenggarakan oleh Pemerintah khususnya Dinas Tenaga Kerja; Provinsi dan/atau kabupaten/kota, universitas, maupun penyelenggara Job Fair dari pihak swasta. Kebanyakan Job Fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja bersifat terbuka dan gratis. Sedangkan, bursa kerja yang diselenggarakan oleh universitas bersifat semi terbuka dan memberlakukan sistem membership (keanggotaan), yang dimana anggota mendapatkan harga khusus hingga gratis. Sebaliknya, penyelenggara Job Fair swasta biasanya bersifat terbuka namun berbayar. Dalam setiap gelaran Job Fair selalu diinformasikan dalam bentuk poster yang mempermudah pencari kerja mengetahui dengan cepat penyelenggara, besaran biaya, hingga terbukanya atau tersedianya lowongan bagi penyandang disabilitas. Beberapa Dinas Tenaga Kerja di tingkat kabupaten/kota dan/atau propinsi biasanya menuliskan juga bahwa Job Fair terbuka pula bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan akomodasi lokasi yang aksesibel, sehingga pelamar kerja dengan disabilitas dapat dengan tenang mengikuti Job Fair tersebut. 

  • Siapkan berkas yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.
    Beda perusahaan, beda lowongan, berbeda juga jenis berkas yang dibutuhkan dalam melamar sebuah lowongan. Namun biasanya yang wajib dibuat adalah daftar riwayat hidup (CV), kualifikasi pendidikan terakhir (ijazah terakhir), dan surat lamaran. Beberapa yang lain mensyaratkan Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKCK) dari kepolisian dan surat keterangan sehat dari RSUD atau puskesmas. Siapkan berkas-berkas tersebut dalam dua bentuk; bentuk cetak dan bentuk soft file. Hal ini dikarenakan ada sejumlah perusahaan yang menggunakan sistem pelamaran secara online, dimana semua berkas harus bersifat soft file yang kemudian dengan mudah dapat diunggah ke sistem rekrutmen perusahaan. Jadi, tidak perlu lagi bawa setumpuk berkas untuk lowongan pekerjaan ke Job Fair, cukup bawa flash disk saja. 

  • Siapkan juga bahan dan diri untuk langsung walk-in-interview.
    Beberapa perusahaan biasanya juga membuka lowongan pekerjaan untuk posisi manajerial sehingga membutuhkan kandidat yang berkualitas dalam waktu yang cukup singkat. Hal ini biasanya disiasati oleh perusahaan dengan menggunakan sistem walk-in-interview dimana, peserta Job Fair dapat dengan langsung melakukan proses wawancara tahap awal tanpa mengikuti serangkaian proses sebelumnya. Biasanya pihak penyelenggara menyediakan lokasi khusus untuk wawancara sehingga peserta dapat meyampaikan seluruh potensi dirinya kepada perusahaan.  Ketika ada beberapa perusahaan impian kalian membuka bentuk rekrutmen seperti ini di sebuah Job Fair, kalian dapat mengutarakan seluruh kemampuan dan hal-hal unik kalian kepada perusahaan, sehingga perusahaan dengan secara keseluruhan dapat menilai kemampuan kalian. 

  • Tetap berusaha dan berdoa setelah mengikuti Job Fair.
    Job Fair memang menyediakan kesempatan bagi semua pencari kerja yang datang, namun Job Fair bukanlah satu-satunya cara dan jawaban atas masalah pengangguran. Kalau seusai mengikuti Job Fair, maksimal dua minggu hingga satu bulan belum ada komunikasi lebih lanjut dengan perusahaan yang kalian lamar, itu bisa bermakna bahwa lamaran kalian belum diterima. Jadi jangan terlalu berlarut-larut menunggu keputusan dari satu perusahaan. Masih banyak perusahaan yang membuka kesempatan untuk berkarya dan menunggu kontribusi kalian. (by)

Huda Arsitek dengan Autis asal Sidoarjo

Beberapa minggu lalu tim kami bertemu dengan Ibu Iin asal Sidoarjo. Pertemuan itu adalah kesempatan pertama kami berkenalan dengan Huda anaknya, pemuda mandiri dengan autis yang sehari-hari berprofesi sebagai freelance drafter gambar bangun. Sekilas Huda tampak seperti anak remaja lelaki seumurannya, namun ketika berkomunikasi, Huda menunjukkan kekhususannya. Seperti kebanyakan anak dengan autis, Huda terlihat sulit untuk berkomunikasi jika tidak menggunakan sentuhan sebagai tanda pengawal komunikasi. Pandangannya yang kurang fokus menjadi karakter utama Huda bahwa dia adalah anak dengan autis.

Namun Huda adalah anak yang luar biasa. Sekilas dia terlihat tak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal, namun semua stigma itu runtuh ketika dia duduk di balik laptop kesayangannya dan duduk di salah satu sudut dapur yang sengaja disulap menjadi kantor pribadi bagi Huda untuk berkarya dan menggunakan AutoCad, SketchUp, dan jenis software visualisasi gambar bangun lainnya sambil mendengarkan lagu dangdut yang ia suka. Huda memiliki kemampuan gambar yang luar biasa. Dia sering membuat desain bangunan dengan tingkat kompleksitas cukup tinggi. Menurut Bu Iin, Huda sangat menyukai bentuk bangunan yang memiliki lantai lebih dari dua. Pemilihan pintu, warna ubin, dan bahkan jenis sprei semua atas pertimbangan Huda.  

Sama seperti anak dengan autis lain, Huda sangat menyenangi detil dan logis. Menurut ibunya Huda sangatlah cerdas dalam bidang Matematika dan Fisika yang membutuhkan konsentrasi perhitungan yang cukup tinggi. Namun sangat lemah dalam bahasa Indonesia. Ketika ditanya apa keinginannya, dia hanya menjawab "kuliah". Huda ingin sekolah lagi. Meneruskan dan mengembangkan kemampuannya di perkuliahan. Saat ini Huda sedang mengerjakan beberapa proyek gambar bangunan berbayar yang didapatkan oleh kakak dan ibunya melalui situs online penyedia jasa proyek untuk freelancer. Setiap rupiah yang dia dapatkan diberikan kepada ibunya yang kelak akan digunakan untuk biaya kuliah. 

Kemampuan Huda saat ini tidak lepas dari perjuangan Bu Iin yang membuatnya berhasil lulus dari SLB dan SMK inklusi. Sebelumnya Huda bahkan pernah tidak diijinkan mengikuti Ujian Nasional di SMPLB, namun berkat tekad, kerja keras, dan semangat Ibu Iin semua itu bisa dilalui. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga sangat menentukan kemajuan dan kemampuan anak dengan autis. Setiap selesai shalat, Huda selalu berdoa dengan caranya yang sangat khas dan unik. Langsung dan to the point. “Ya Allah, berikanlah kesehatan, uang yang banyak, bisa masuk YouTube dan bisa kuliah, Amin”.

Huda dalam kesederhanaannya menggambarkan hasil dari semangat yang tak pernah mati. Dukungan keluarga yang saling menguatkan. Mengajarkan bahwa anak dengan autis bisa mandiri dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. (BP)

Penyandang Disabilitas Rungu yang Rajin Bekerja - Shandy Rahmat

Beberapa bulan yang lalu Kerjabilitas berkesempatan untuk mengikuti Job Fair di kota Kediri. Hari ke-2 tim Kerjabilitas mengikuti Job Fair, kami kedatangan Shandy, penyandang disabilitas rungu dari Jombang. Shandy harus naik kendaraan umum berangkat dari Jombang menuju Kediri dengan waktu tempuh sekitar 1.30 jam perjalanan untuk menemui tim Kerjabilitas. 

Saat Shandy berbincang dengan tim Kejabilitas (Shandy yang disabilitas rungu masih bisa memahami gerak bibir) Shandy yang merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Akuntansi di kota Jombang, memberitahu kami jika Shandy ingin memiliki pekerjaan. Shandy sudah lama menganggur setelah Shandy lulus dari sekolah. Ketika tim Kerjabilitas bertanya pekerjaan apa yang Shandy inginkan, Shandy pun menjawab jika Shandy ingin bekerja sebagai Cleaning Service. Beberapa saat tim Kerjabilitas berbincang dan membantu Shandy untuk membuat akun di Kerjabilitas, Shandy pun bercerita jika Shandy menjadi disabilitas rungu sejak usia sekolah dasar.

Empat bulan berlalu, hingga dibulan November 2016 tim Kerjabilitas mendengar kabar jika Shandy mendapatkan pekerjaan sebagai Cleaning Service disalah satu perusahaan inklusi di Yogyakarta. Awalnya Shandy bingung, apakah pekerjaan itu akan Shandy ambil atau tidak. Shandy sempat melakukan konsultasi dengan tim Kerjabilitas Surabaya, apakah tim Kerjabilitas bisa mendampingi Shandy dalam wawancara, bukan tanpa alasan Shandy bertanya kepada tim Kerjabilitas apakah tim Kerjabilitas bisa mendampingi Shandy pergi ke Yogyakarta, karena Shandy sebelumnya belum pernah pegi jauh sendiri, Shandy cemas jika Shandy kesulitan untuk berkomunikasi saat diperjalanan, dan Shandy sama sekali tidak memiliki kenalan di Yogyakarta. Setelah tim Kerjabilitas beri masukkan, akhirnya Shandy berangkat sendiri ke Yogyakarta untuk wawancara, tanpa dampingan keluarga atau tim Kerjabilitas.

Shandy yang dari awal memiliki keinginan untuk bekerja sebagai Cleaning Service, akhirnya keinginan Shandy terwujud. Shandy diterima bekerja sebagai Cleaning Service diperusahaan Trust and Clean di Yogyakarta. Tim Kerjabilitas sempat melakukan komunikasi dengan pemimpin perusahaan dimana Shandy bekerja. “Saya suka dengan pekerjaan Shandy mbak, Shandy itu rajin”, tutur pimpinan perusahaan.

Melalui percakapan whatsapp, Shandy juga bercerita jika Shandy senang bisa bekerja di Yogyakarta berkat Kerjabilitas. Walaupun Shandy harus jauh dari keluarga, namun Shandy menikmati pekerjaan pertamanya tersebut. “ini adalah pekerjaan pertama saya, saya senang bekerja disini. Saya paham, jika saya salah saya akan ditegur, karena itu adalah tanggung jawab setiap pekerja dalam pekerjaan. Saya juga berharap jika teman-teman disabilitas tuli yang lainnya mendapatkan pekerjaan seperti saya. Saya akan berdoa agar teman-teman bisa menyusul saya mendapatkan pekerjaan, tetep semangat dan jangan pernah putus asa dalam setiap keadaan.”

 

Ketika kita berani mencoba, kita akan tahu pengalamannya. Ketika kita punya keyakinan dan mau mengusahakannya, pasti ada jalan. 

Tutorial Mendaftar di Kerjabilitas.com

Tutorial Mendaftar di Kerjabilitas.com

Kerjabilitas hadir menghubungkan teman-teman penyandang disabilitas dengan dunia pekerjaan. Teman-teman dapat mengakses informasi pekerjaan yang terbuka bagi penyandang disabilitas diseluruh Indonesia melalui Kerjabilitas.

Yang harus dipastikan untuk dapat mendaftar di Kerjabilitas teman-teman harus memiliki email Masih bingung bagaimana cara mendaftar di Kerjabilitas. Berikut cara dan langkahnya.

  1. Buka www.kerjabilitas.com di browser atau alat pencarian. Pastikan teman-teman memiliki akses internet. Setelah itu teman-teman bisa klik tulisan Kerjabilitas yang paling atas.


  2. Lalu teman-teman akan dibawa ke halaman utama Kerjabilitas. Berikut tampilannya


  3. Mari mendaftar. Sebagai pengguna baru, teman-teman bisa mendaftar dengan klik tombol "DAFTAR" berwarna merah.


  4. Setelah klik “DAFTAR”, ini adalah tampilan selanjutnya.


  5. Isi setiap kolom dalam pendaftaran.  Kerjabilitas mengharapkan setiap pengguna mengisi secara detail informasi dalam kolom pendaftaran. Setelah halaman pertama pendaftaran, semua informasi telah terisi, teman-teman bisa melanjutkan proses selanjutnya dengan klik tombol biru “LANJUTKAN".


  6. Lanjut dihalaman kedua pendaftaran akun baru di Kerjabilitas. Jika teman-teman saat ini  bekerja, informasi ini harus diisi. Jika informasi telah terisi, teman-teman bisa klik tombol biru “DAFTAR”.


  7. Jika teman-teman belum pernah bekerja, teman-teman bisa melakuka tahapan ini. Klik kolom centang berwarna biru, maka teman-teman tidak perlu untuk mengisi kolom pekerjaan sekarang. Namun yang perlu diperhatikan kolom Detail Hambatan dan kolom lainnya harus diisi. Setelah itu selesai teman-teman bisa klik tombol biru “DAFTAR”.


  8. Setelah selesai dengan pendaftaran dihalaman Kerjabiltas, teman-teman perlu untuk melakukan Aktifasi Akun. Caranya, silahkan teman-teman masuk di akun email teman-teman. Setelah itu buka email Aktifasi Akun dari Kerjabilitas. Jika email dari Kerjabilitas tidak ada di Inbox, teman-teman bisa melakukan cek di Spam email teman-teman.


  9. Berikut adalah tampilan email Aktivasi Akun dari Kerjabilitas. Teman-teman bisa klik tombol merah “Aktifasi Akun”.


  10. Setelah proses selesai, teman-teman berhasil melakukan aktivasi akun Kerjabilitas.


    Berhasil, pendaftaran selesai dan akun Kerjabilitas teman-teman dapat diakses. Teman-teman bisa melihat informasi lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Jangan lupa untuk melengkapi profil dan mengupload CV, agar teman-teman bisa melakukan kirim lamaran dari lowongan yang ada di Kerjabilitas.
Subscribe to this RSS feed