Log in
A+ A A-

Alasan Mempekerjakan Disabilitas

Menjadi peserta Job Fair merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Kerjabilitas dengan maksud merekrut para penyandang disabilitas dan perusahaan sebagai user Kerjabilitas. Ketika Job Fair berlangsung tim Kerjabilitas juga akan mendatangi satu per satu booth perusahaan penyedia kerja untuk  menjajaki lowongan-lowongan inklusi yang dibuka oleh perusahaan peserta Job Fair lain. Tim Kerjabilitas kemudian akan mendaftarkan lowongan yang bisa diakses bagi disabilitas tersebut ke situs www.kerjabilitas.com sebagai tindak lanjut.

Dalam Setiap Job Fair tim Kerjabilitas selalu meyakinkan perusahaan penyedia kerja untuk membuka lowongan yang bisa di akses oleh penyadang disabilitas.  Salah satu hal yang bisa dijadikan rujukan bagi perusahaan dalam membuka lowongan bagi disabilitas adalah Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam rangka pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas pemerintah melalui Undang-Undang tersebut mewajibkan setiap perusahaan swasta mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 1 % (persen) dari jumlah karyawan dan 2 % (persen) bagi Pemerintah Daerah dan BUMN. Faktanya, implementasi UU no. 8 2016 tersebut masih sangat lemah, sangat sedikit perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal ini tentu saja akibat stigma di masyarakat yang menyatakan bahwa penyandang disabilitas tidak mampu bekerja dan akan merepotkan jika mempekerjakan mereka.

Berikut ini, tim Kerjabilitas telah merumuskan beberapa hal terkait pertanyaan “Apa Alasan Mempekerjakan Disabilitas?”

  • Problem Solver
    Problem solving adalah merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang dicapai dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat.
    Penyandang Disabilitas adalah Problem Solver atau pemecah masalah, karena setiap hari mereka bertemu dengan rintangan bahkan sejak mereka lahir. Penyandang Disabilitas senantasa beradaptasi dan memecahkan masalah yang ereka hadapi, bahkan terkadang dengan cara yang sangat efektif.

  • Mampu Bekerja dan Berketrampilan
    Kemampuan (ability) adalah kecakapan atau potensi seseorang untuk menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Sementara ketrampilan diartikan sebagai tingkat keahlian atau kemahiran dalam melakukan sesuatu hal.
    Keengganan perusahaan dalam merekrut Disabilitas biasanya muncul karena anggapan bahwa mereka tidak mampu beerja dan memiliki ketrampilan yang dibutuhkan. Selain itu, juga muncul asumsi bahwa jika mempekerjaan Disabilitas, perusahaan perlu merubah struktur bangunan supaya bisa diakses Disabilitas. Padahal sangat banyak Disabilitas yang memilik ketrampilan dan menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi. Bahkan, 15 % penyandang Disabilitas tidak membutuhkan modifikasi pada bangunan kantor.

  • Nilai Tambah Bagi Perusahaan
    Konsep value-added (nilai tambah) telah menjadi salah satu strategi yang populer selama beberapa tahun. Perusahaan melakukan berbagai hal untuk menjadi unik dan berbeda dengan pesaingnya. Tentu saja usaha-usaha yang dilakukan untuk memberikan nilai tambah yang lebih dan menaikkan branding perusahaan.
    Dengan mempekerjakan penyandang Disabilitas, perusahaan bisa menajadi bagian dari komunitas inklusi dan secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan.

  • Lingkungan kerja yang inklusi meningkatkan semangat dan motivasi kerja
    Inklusi digunakan sebagai sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnis, budaya dan lainnya. Terbuka  dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada dan beraktivitas dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya.
    Faktanya bekerja dalam lingkungan kerja yang terbuka dan anti-diskriminasi membuat seseorang menjadi lebih nyaman. Kenyamanan dalam bekerja akan meningkatkan semangat, empati antar pekerja dan motivasi kerja.

  • Disabilitas tidak mempengaruhi cara pikir
    Terdapat dua model dalam memandang disabilitas, yaitu model medis dan model sosial. Dalam model medis Penyandang Disabilitas perlu melakukan perubahan pada dirinya dan beradaptasi dengan keadaan (jika mereka dapat), dan tidak ada gagasan tentang perlunya melakukan perubahan pada masyarakat.
    Berdasarkan model sosial, disabilitas disebabkan oleh masyarakat tempat kita tinggal dan bukan merupakan ‘kesalahan’ seorang individu penyandang disabilitas itu, atau juga bukan merupakan konsekuensi yang tak dapat dihindari dari keterbatasannya. Dengan model ini Penyandang Disabilitas dihargai karena memiliki kehidupan yang sama karena disabilitas tidak berpengaruh pada kesehatan dan cara pikir.

Masih menganggap penyandang disabilitas tidak produktif dan mandiri? Pikirkan kembali.

  • Published in Artikel

Maksimalkan Akhir Minggumu untuk Memaksimalkan Pekerjaanmu

Selama ini banyak yang menganggap bahwa weekend atau akhir pekan adalah saat yang tepat untuk “melupakan “ sejenak rutinitas kerja sehari-hari selama satu minggu penuh, bersenang-senang, mungkin ini cara yang tepat bagi kalian yang tidak sepenuhnya mencintai dan menyukai pekerjaan mereka, lalu bagaimana dengan kalian yang menyukai pekerjaan anda dan siapa tahu weekend dapat memberikan pandangan lain untuk memaksimalkan karir kalian. 

Pertimbangkan ini, akhir pekan adalah waktu yang menyenangkan pula untuk meningkatkan karir kalian. 

Sebelum kalian berpikir bahwa akan sangat merepotkan dan tidak menyenangkannya memikirkan pekerjaan pada saat akhir pekan, berikut ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk fokus pada hal yang penting pada karir atau impian yang sedang kalian wujudkan. 

  • Membangun kembali “ Brand” kalian secara professional
    Brand disini berarti adalah Portofolio ataupun Curriculum Vitae (CV). Selama ini mungkin karena terlalu sibuk bekerja kalian lupa untuk memperbarui Portofolio atau CV, lengkapi dengan karya ataupun hasil kerja kalian selama bekerja di tempat kerja sekarang. Ini juga bisa berarti bagi mereka yang merintis sebuah usaha baik Start Up atau E-Commerce yang sedang kalian mulai. Akhir pekan menawarkan banyak kesempatan dalam mengembangkannya. 

  • Meningkatkan project-project  yang spesial
    Sering kali dalam karir kita ada beberapa hal yang sangat kita sukai tidak bisa kita lakukan di tempat kerja, layaknya “me time” meningkatkan proyek spesial kalian yang akan kalian mulai atau sempat tertunda dapat menyegarkan kembali pikiran kalian, hal ini juga dapat memperbaiki manajemen waktu kalian selama bekerja. 

  • Mempelajari hal baru
    Di era serba digital ini banyak sekali hal baru, baik hal kreatif, inovatif , menarik dan keren diluar sana. Terlebih kalian yang sangat terhubung dengan tekhnologi dapat mempelajari menggunakan tekhnologi tersebut untuk mempermudah karir dan kehidupan anda, semakin sedikit pula waktu yang terbuang untuk menyesali pekerjaan yang tidak anda suka. 

  • Menjadi lebih teroganisir
    Hari senin mungkin bisa menjadi mimpi buruk bagi kalian, karena jadwal yang saling betabrakan, belum selesainya pekerjaan minggu lalu membuat kalian semakin membenci hari senin, namun hal tersebut dapat dikurangi dengan membuat semua lebih terorganisir pada akhir pekan. Pada hari minggu kalian dapat mengatur semuanya, berpikir strategis perencanaan di minggu depan, memprioritaskan mana yang lebih penting dan mengerjakan yang lain setelahnya. 

Kedisiplinan dan keinginan untuk memajukan karir kalian pada saat akhir pekan akan memaksimalkan karir kalian selanjutnya. Selamat mencoba dan jangan lupa nikmati akhir pekanmu. 

 

Profesor Wanita Disabilitas dari Kota Batik

Dra. Y Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Ak. membuktikan dengan segala keterbatasan kondisi yang dimiliki, rupanya tidak menjadi penghalang bagi Anni untuk meraih prestasi gemilang dibidang Akademik. “sejak kecil sampai sekarang, saya tidak pernah merasa minder karena kondisi kaki saya ini,” ujar kolektor perangko dari berbagai penjuru dunia ini. Awalnya, Anni lahir layaknya bayi lainnya namun di usia 2,5 tahun kedua kakinya lumpuh akibat penyakit polio, dan kondisi ini mengakibatkan ia harus menggunakan alat bantu. Semangat dan keteguhan Anni terbawa pada saat ia memasuki bangku sekolah, dengan kecerdasan yang dimilikki Anni, ia mampu memasuki Sekolah Dasar dan langsung berada di kelas IV. 

Kondisi tersebut rupanya semakin menambah semangat Anni untuk terus belajar, terbukti peringkat pertama selalu diraihnya dari bangku sekolah hingga kuliah. Anni yang menyelesaikan pendidikan S-1 nya di Universitas Negeri Solo (UNS) di tahun 1991, kemudian mendapat beasiswa S-2 hingga gelar  Professional Accounting (M.Prof.Acc) dari The University of Queensland Australia pada tahun 1999, dan menyelesaikan pendidikan S-3 di Victoria University, Melbourne pada tahun 2009 hingga mendapat Gelar Ph.D. Accounting and Finance.

Semangat Hidup, semangat belajar, dan semangat berbagi untuk sesama dalam kondisi apapun, membuat sosok wanita ramah ini menjadi istimewa. Anni yang merupakan Dosen UNS Jurusan Akuntansi selalu berbagi pengalaman dan Ilmu yang ia miliki kepada mahasiswanya. Jalan sukses Anni tidaklah lapang, penolakan demi penolakan ia terima, setelah ia lulus kuliah Anni mencoba melamar kerja di banyak perusahaan besar dan bank-bank terkemuka. Selalu lolos test hingga Tahap akhir dan di undang mengikuti wawancara, “Awalnya saya tidak sadar mengapa ketika wawancara, saya selalu gagal. Sampai akhirnya saya menemukan perkiraan jawaban atas kegagalan itu, yaitu karena kondisi fisik saya. Sejak itu saya tidak mau lagi melamar di perusahaan besar,” ungkapnya. Jalan Anni mulai terbuka saat Fakultas Ekonomi UNS menawarinya menjadi dosen, karena sejak masih menjadi mahasiswa Anni pernah menjadi Asisten dosen, tanpa pikir panjang Anni langsung menerima tawaran tersebut dan terbukti prestasi demi prestasi akademik ia raih. 

Pesan Anni untuk teman-teman, "kita tidak boleh mudah putus asa, harus selalu semangat, dan membuktikan diri dengan kerja keras. Tak lupa, bersyukur. keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk meminta belas kasihan orang lain". 

Prinsip Anni yang selalu optimis dan penuh semangat, perlu ditiru dan menjadi inspirasi bahkan oleh kita semua. “Kalau saya, selalu optimis dan semangat. Karena bagi saya, hidup ini harus bermanfaat dan selalu berusaha untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Juga, smile, and the world will smile with you.”  Optimis, Semangat, Bermanfaat, dan Tidak Menjadi Beban, prinsip yang sangat dipegang Anni. Prinsip yang harusnya menjadi pegangan kita semua untuk tetap semangat menjalani hari-hari.

 

  • Published in Artikel

Cara Asyik Berinteraksi dengan Orang dengan Autisme.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang masih bingung bagaimana berinteraksi dengan orang dengan autisme, terutama masih banyak yang menganggap bahwa autisme hanya terjadi pada anak kecil dan usia dini. Nah kali ini kami akan memberikan tips bagaimana berinteraksi dengan orang dengan autisme. Dalam hal ini adalah cara berkomunikasi dan memahami perilaku sosialnya. 

  • Sapalah dan perkenalkanlah diri kalian.
    Ketika bertemu dengan orang dengan autisme, sapalah mereka seperti biasa yang kamu lakukan setiap hari apabila bertemu orang baru. Tidak perlu canggung dan kikuk. Apabila mereka menghindar dan belum mau, tunggulah beberapa saat. Apabila situasi sudah baik, silahkan berkenalan kembali. 

  • Jelaskan dan utarakan maksud kalian. Hal ini sangat penting agar mereka mengerti apa yang sedang kalian lakukan. Terlebih jika kalian adalah orang baru di sekitar mereka. 

  • Beri waktu bagi orang dengan Autisme untuk memahami informasi yang kamu akan bagikan. Tunggulah responnya. Apabila tidak ada respon berikanlah respon secepatnya. Agar informasi yang kamu ingin sampaikan tidak salah arti dan semua bisa memahami.

  • Apabila bertanya, pertanyaan haruslah jelas. Gunakan kalimat-kalimat yang mudah dan langsung dapat dimengerti.

  • Hindari kata-kata yang bermakna ganda atau humor yang tidak perlu.
    Orang dengan autisme seringkali tidak paham dengan kata-kata yang bermakna ganda dan perumpamaan. Karena cenderung mereka akan mengulangi kalimatnya. Lalu meskipun kalian nanti akan terlibat dengan obrolan yang menarik hindari humor yang sekiranya mereka tidak akan mengerti dengan mudah. 

  • Apabila kalian sudah saling mengenal dan terlibat, jagalah interaksi kalian secara rutin baik informasi yang sama-sama kalian dapatkan dan kebiasaan yang sering kalian lakukan.  

  • Perhatikan lingkungan. Orang dengan autisme biasanya sensitif terhadap cahaya, bau, dan suara. Kalau bisa jagalah lingkungan kalian berinteraksi tenang dan sepi.

  • Selalu bertanya pada pendamping atau orang tua orang dengan autisme. Jika kalian bertemu mereka bersama pendamping dan orang tua mereka, selalu tanyakan apabila kalian menemukan masalah. Hal ini juga akan membantu kalian belajar lebih baik lagi untuk berinteraksi dengan orang dengan autisme. 

Berikut tadi adalah beberapa tips untuk berinteraksi dengan orang dengan autisme. Sangat sederhana bukan? Kami juga yakin semakin kalian sering berinteraksi dengan orang dengan autisme akan semakin mudah memahami hambatan apa yang mereka alami setiap harinya. Selamat mencoba!!

 

Huda Arsitek dengan Autis asal Sidoarjo

Beberapa minggu lalu tim kami bertemu dengan Ibu Iin asal Sidoarjo. Pertemuan itu adalah kesempatan pertama kami berkenalan dengan Huda anaknya, pemuda mandiri dengan autis yang sehari-hari berprofesi sebagai freelance drafter gambar bangun. Sekilas Huda tampak seperti anak remaja lelaki seumurannya, namun ketika berkomunikasi, Huda menunjukkan kekhususannya. Seperti kebanyakan anak dengan autis, Huda terlihat sulit untuk berkomunikasi jika tidak menggunakan sentuhan sebagai tanda pengawal komunikasi. Pandangannya yang kurang fokus menjadi karakter utama Huda bahwa dia adalah anak dengan autis.

Namun Huda adalah anak yang luar biasa. Sekilas dia terlihat tak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal, namun semua stigma itu runtuh ketika dia duduk di balik laptop kesayangannya dan duduk di salah satu sudut dapur yang sengaja disulap menjadi kantor pribadi bagi Huda untuk berkarya dan menggunakan AutoCad, SketchUp, dan jenis software visualisasi gambar bangun lainnya sambil mendengarkan lagu dangdut yang ia suka. Huda memiliki kemampuan gambar yang luar biasa. Dia sering membuat desain bangunan dengan tingkat kompleksitas cukup tinggi. Menurut Bu Iin, Huda sangat menyukai bentuk bangunan yang memiliki lantai lebih dari dua. Pemilihan pintu, warna ubin, dan bahkan jenis sprei semua atas pertimbangan Huda.  

Sama seperti anak dengan autis lain, Huda sangat menyenangi detil dan logis. Menurut ibunya Huda sangatlah cerdas dalam bidang Matematika dan Fisika yang membutuhkan konsentrasi perhitungan yang cukup tinggi. Namun sangat lemah dalam bahasa Indonesia. Ketika ditanya apa keinginannya, dia hanya menjawab "kuliah". Huda ingin sekolah lagi. Meneruskan dan mengembangkan kemampuannya di perkuliahan. Saat ini Huda sedang mengerjakan beberapa proyek gambar bangunan berbayar yang didapatkan oleh kakak dan ibunya melalui situs online penyedia jasa proyek untuk freelancer. Setiap rupiah yang dia dapatkan diberikan kepada ibunya yang kelak akan digunakan untuk biaya kuliah. 

Kemampuan Huda saat ini tidak lepas dari perjuangan Bu Iin yang membuatnya berhasil lulus dari SLB dan SMK inklusi. Sebelumnya Huda bahkan pernah tidak diijinkan mengikuti Ujian Nasional di SMPLB, namun berkat tekad, kerja keras, dan semangat Ibu Iin semua itu bisa dilalui. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga sangat menentukan kemajuan dan kemampuan anak dengan autis. Setiap selesai shalat, Huda selalu berdoa dengan caranya yang sangat khas dan unik. Langsung dan to the point. “Ya Allah, berikanlah kesehatan, uang yang banyak, bisa masuk YouTube dan bisa kuliah, Amin”.

Huda dalam kesederhanaannya menggambarkan hasil dari semangat yang tak pernah mati. Dukungan keluarga yang saling menguatkan. Mengajarkan bahwa anak dengan autis bisa mandiri dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. (BP)

  • Published in Artikel

Artikel Jobseeker Inspiratif Kerjabilitas.com Ahmad Muhardi, Cleaning Service, Hotel Alana

Menjadi penyandang disabilitas sejak kecil kini Ahmad Muhardi menjadi karyawan The Alana Hotel And Convention Center Yogyakarta sebagai tenaga cleaning service. Berawal dari sang adik, Tuti Triyani yang mendaftarkan secara online Ahmad sang kakak di Kerjabilitas. Menggunakan alamat email Tuti, Ahmad mulai dicarikan pekerjaan melalui Kerjabilitas. Hingga tiba suatu hari Ahmad dihubungi tim Kerjabilitas jika Hotel Alana membutuhkan tenaga penyandang disabilitas rungu untuk mengisi posisi cleaning service. Setelah proses lamaran, Ahmad yang didampingi Tuti melakukan wawancara di Hotel Alana. Dalam proses wawancara Ahmad dilarang untuk didampingi Tuti, dengan alasan agar pihak Hotel Alana paham bagaimana cara berkomunikasi dengan Ahmad. Setelah proses wawancara pihak Hotel Alana tidak mendapat kesulitan dalam berkomunikasi. Dan setelah itu Ahmad diterima bekerja di Hotel Alana.

Di sekolah dasar, Ahmad sempat mengalami kendala kelulusan. Ahmad yang bersekolah bersamaan dengan Tuti tidak dapat lulus dari sekolah dasar, karena alasan pihak sekolah jika meluluskan Ahmad akan membuat nama sekolah buruk. Kedua orang tua Ahmad yang tidak terima dengan keputusan sekolah mencoba untuk klarifikasi kepada pihak sekolah. Alih-alih mendapat jawaban yang dapat diterima kedua orang tua Ahmad, pihak sekolah tidak mau menjelaskan apa-apa terkait ketidak bisa lulusan Ahmad. Akhirnya Ahmad menyelesaikan sekolah dasar tanpa mendapat ijazah. Setelah itu Ahmad sempat masuk ke sekolah luar biasa di desanya. Namun Ahmad yang seorang penyandang disabilitas rungu tidak betah, dikarenakan sekolah luar biasa adalah sekolah luar biasa untuk semua jenis penyandang disabilitas, sehingga Ahmad kesulitan dalam bersosialisasi.

Sebelumnya Ahmad melanjutkan sekolah setara sekolah menengah kejuruan di panti rehabilitasi bagi penyandang disabilitas rungu di Jakarta tersebut. Disana Ahmad mengambil kejuruan menjahit dan bordir. Setelah lulus dari panti Ahmad disalurkan di perusahaan garmen yang ada di Jakarta. Hanya bertahan 8 bulan Ahmad bekerja di perusahaan garmen tersebut. Ahmad kembali mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan di perusahaan garmen tersebut. Dimana setiap kali Ahmad mendapatkan gaji, Ahmad akan dikenakan potongan dari orang yang biasa disebut mandor. Ayah Ahmad yang menegetahui hal tersebut, mencoba mencari tahu mengapa anaknya diperlakukan demikian. Dari beberapa informasi yang didapat Ahmad memiliki hutang dengan mandor tersebut, pada kenyataannya tidak pernah berhutang dengan siapapun. 

“Berkat Kerjabilitas kini kakak saya mendapat pekerjaan yang baik. Sebelumnya memang mas Ahmad sering bilang capek ya kerja, tapi setelah beberapa bulan kerja, mas Ahmad sudah terbiasa dengan pekrjaannya”, tutur Tuti adik Ahmad. Hal serupa juga diungkapkan oleh Bapak Rio selaku HRM Hotel Alana, “Tidak ada kendala saat saya, atau teman-teman Ahmad harus berkomunikasi dengan Ahmad. Kalau kami berbicara, lalu mas Ahmad tidak mengerti pasti kami tulis, setelah itu Ahmad sudah mengerti”, lanjut Bapak Rio.

 

  • Published in Artikel

Yogyakarta: 10 Lowongan bagi Penyandang Disabilitas

PT. Kiara BeautyMed adalah perusahaan farmasi kosmetik medis terbesar nasional yang berada di Jl. Raya Sitimulyo-Segoroyoso, Kawasan Industri Piyungan, Dusun Banyakan ll, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Saat ini PT. Kiara BeautyMed mengundang kawan-kawan penyandang disabilitas untuk bergabung dan menempati beberapa posisi yang dibutuhkan dengan persyaratan berikut :

  1. Apoteker Kosmetik
    - Usia maksimal 40 tahun
    - Paham tentang Apoteker
    - Paham tentang CPKB
    - Berpengalaman minimal 2 tahun dalam bidangnya

  2. Pengacara Perdata
    - Usia maksimal 37 tahun
    - Memiliki sertifikat profesi
    - Berpengalaman minimal 2 tahun dalam bidangnya

  3. Sekretaris Perusahaan
    - Usia maksimal 35 tahun
    - Pendidikan minimal D3/ S1 semua jurusan

  4. Operator Produksi
    - Usia maksimal 30 tahun
    - Pendidikan minimal SMF/SMU IPA/SMK Kesehatan

  5. Office Boy/Girl
    - Usia maksimal 27 tahun
    - pendidikan minimal SMU/SMK

  6. Akuntan
    - Usia maksimal 40 tahun
    - Pendidikan minimal S1 Akuntansi/Keuangan/Manajemen

  7. Teknik Informatika
    - Usia maksimal 35 tahun
    - Pendidikan minimal Sarjana IT frontend atau backend

  8. Pemasaran Online
    - Usia maksimal 35 tahun
    - Pendidikan minimal SMU/SMK Komunikasi Online, Desain Grafis

  9. Operator Mesin
    - Usia maksimal 27 tahun
    - Pendidikan minimal SMU/SMK Teknik Mesin/Bengkel, Otomotif 

  10. Staf Gudang
    - Usia maksimal 30 tahun
    - Pendidikan minimal SMU/SMK

 

Keterangan lainnya :

  • Penyandang disabilitas dengan mobilitas mandiri
  • Pekerja keras, disiplin, dan memiliki semangat yang tinggi
  • Berkas-berkas yang harus disertakan dalam mengirim lamaran :
    a. CV (curriculum vitae)
    b. Fotocopy KTP / Identitas
    c. Pas foto 4x6 (2 Lembar) dan nomor yang dapat dihubungi
    d. Sertifikat keterampilan
  • Hanya pelamar yang sesuai dengan kriteria yang akan dipanggil untuk proses selanjutnya
  • Informasi selanjutnya dapat menghubungi nomor telepon : 0274-515835 atau WA : 0813-8191-0010
  • Lamaran dikirim (Cap Pos) ke Jl. Raya Sitimulyo-Segoroyoso, Kawasan Industri Piyungan, Dusun Banyakan ll, Sitimulyo, Piyungan Bantul
  • Lamaran dikirim paling lambat 21 Maret 2017
  • Published in Berita

Yogyakarta: Kursus Keterampilan untuk Penyandang Disabilitas

Yogyakarta: Pelatihan untuk Penyandang Disabilitas

Dalam rangka program pemberdayaan penyandang disabilitas, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menyelenggarakan Program Kursus Keterampilan yang diberikan kepada penyandang disabilitas yang memiliki minat tinggi untuk mengikuti kursus hingga selesai.

Berikut adalah informasi Program Kursus Keterampilan yang diselenggarakan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

  • Kursus Membatik Dasar dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2017

  • Kursus Menjahit dilaksanakan pada bulan Juli - September 2017

  • Kursus Elektronika dilaksanakan pada bulan September - November 2017

 

Kriteria peserta :

1. Memiliki keinginan kuat untuk bekerja. Agar selesai kursus, peserta sudah punya rencana untuk bekerja.

2. Usia produktif (masih bisa dikembangkan)

3. Wilayah asal tidak dibatasi. Dengan catatan transportasi ditanggung sendiri oleh peserta.

 

Pelaksanaan Kursus :

Kursus dilakukan di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Jl. Kaliurang Km. 13,5, Besi, Ngaglik, Sleman.

 

Lama kursus : 3 bulan

Selama kursus peserta difasilitasi akomodasi (asrama dan makan disediakan).

Selesai kursus peserta akan diikutkan magang kerja.

Kuota dalam setiap kursus keterampilan hanya dibatasi untuk 7 peserta.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ibu Utari di nomor 0851-0301-2192, Ibu Retno Embarini di nomor 0857-4188-8372 

Atau menghubungi Pusat Rehabilitas YAKKUM 0274-895386

  • Published in Berita
Subscribe to this RSS feed